Kamis, 29 September 2011

Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Teknik Informatika


Hubungan Ilmu Sosial Dasar Dengan Teknik Informatika

Nama: Andi Darmawan
NPM: 50411729
Kelas: 1IA09

BAB I: Pendahuluan

  • Latar Belakang

        Pada saat ini teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam hal teknologi informasi ataupun teknologi komunikasi. Misalnya saja dalam hal komunikasi, mungkin setiap hari orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tapi hal itu tidak menyulitkan seeorag untuk berkomunikasi, diwaktu yang sedikit, seseorang masih bisa berkomunikasi, baik secara langsung dengan tatap muka ataupun melalui sarana komunikasi yang ada pada saat ini, contohnya seperti handphone dan social networking.
Begitu pula dengan kemajuan teknologi informasi, sekarang untuk memperoleh informasi banyak sekali caranya, contohnya seperti dengan membaca koran, melihat berita di tv ataupun sekarang cara yang paling mudah untuk memperoleh informasi adalah dengan internet browsing. Kemajuan teknologi informasi dengan menggunakan internet semakin berkembang di masyarakat, hal itu dikarenakan hanya dibutuhkan waktu yang sebentar untuk memperoleh informasi yang dinginkan dari internet, serta informasi yang diterima selalu yang terbaru/ter up to date dan ketepatannya cukup tinggi.

         Seperti yang kita tahu, kemajan teknologi selain memiliki nilai positif, tetapi juga mempunyai dampak yang negatif bagi masyarakat. Contohnya seperti masyarakat akan ketergantungan terhadap alat-alat praktis seperti handphone dan komputer. Jika hal itu dibiarkan, maka nilai sosial yang ada dimasyarakat akan terus-menerus menurun. Oleh karena itu diperlukan pemahaman ilmu sosial dasar untuk mencegah halini terjadi, dan pada tulisan ini, saya ingin membahas tentang hubungan ilmu sosial dasar dengan Teknik informatika.

  • Maksud dan Tujuan

         Penulisan ini dimaksudkan sebagai tugas mata kuliah ilmu sosial dasar tentang pemahaman terhadap hubungan ilmu sosial dasar dengan jurusan yang saya ambil, yaitu teknik informatika. Tulisan ini memiliki tujuan antara lain:
  1. Memenuhi tugas mata kuliah ilmu soial dasar.
  2. Mampu menjelaskan hubungan-hubungan ilmu sosial dasar dengan teknik informatika.
  3. Mampu menerapkan ilmu sosial dasar dalam jurusan teknik informatika.


BAB II: Teori

Komunikasi Sosial dan Teori Komunikasi Relasional
We can not not communicate” (Waltzlawick, Beavin, Jackson). 
Dapatkah kita tidak berkomunikasi? Adalah sebuah kekeliruan besar ketika kita berpikir bahwa kita bisa hidup tanpa berkomunikasi. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Kepada siapapun, apapun, kapanpun, bagaimanapun. Komunikasi menjadi semakin penting ketika kita dihadapkan pada sekeliling kita. Komunikasi, dalam konteks apapun, adalah bentuk dasar adaptasi lingkungan. Menurut Rene Spitz, komunikasi (ujaran) adalah jembatan antara bagian luar dan bagian dalam kepribadian. Itulah mengapa kita selalu membutuhkan orang lain, bukan saja karena kita tidak dapat lepas dari lingkungan, tetapi kehadiran orang lain akan memperteguh fitrah kekomunikasian kita. Melalui komunikasi dengan orang lain, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional dan intelektual kita, dengan memupuk hubungan yang hangat dengan orang-orang di sekitar kita. Komunikasi sosial menandakan bahwa komunikasi dilakukan untuk pemenuhan-diri, untuk merasa terhibur, nyaman dan tenteram dengan diri-sendiri dan juga orang lain.
Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengatakan bahwa fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep-diri kita, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Konsep-diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. George Herbert Mead mengatakan setiap manusia mengembangkan konsep-dirinya melalui interaksi dengan orang lain dalam masyarakat –dan itu dilakukan lewat komunikasi.


Teori Perbedaan Individu ( Individual Differences Theory)
Asumsi teori ini adalah :
         Pesan-pesan yang disampaikan media massa ditangkap individu sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan personal individu. Efek komunikasi pada individu akan beragam walaupun individu menerima pesan yang sama. Terdapat faktor psikologis dalam menerima pesan yang disampaikan media massa. Masing-masing individu mempunyai perhatian, minat, keinginan yang berbeda yang dipengaruhi faktor-faktor psikologis yang ada pada diri individu tersebut sehingga mempengaruhi dalam menerima pesan yang disampaikan media massa.
Teori Penggolongan Sosial (Social Category Theory)
Asumsi teori ini adalah :
         Individu yang masuk dalam kategori sosial tertentu atau sama akan cenderung memiliki prilaku atau sikap yang kurang lebih sama terhadap rangsangan-rangsangan tertentu. Pesan-pesan yang disampaikan media massa cenderung ditanggapi sama oleh individu yang termasuk dalam kelompok sosial tertentu.
Penggolongan sosial ini berdasarkan :
Usia : anak-anak, dewasa, orangtua
Jenis kelamin : laki-laki, perempuan
Suku bangsa : Sunda, Jawa, Batak, Minang, Aceh, Papua, Bali, dll
Profesi : dokter, pengusaha, pedagang, sopir, tukang becak, dll.
Pendidikan : sarjana, tamatan SLTA, SLTP, SD, buta hurup.
Kegemaran atau Hobby : Olahraga, kesenian, dll.
Status sosial : Kaya, biasa, dan miskin.
Agama : Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dll.

Teori Hubungan Sosial (Social Relationship Theory)
Asumsi teori ini adalah :
         Pada dasarnya pesan-pesan komunikasi massa lebih banyak diterima individu melalui hubungan personal dibanding langsung dari media massa. Informasi melalui media massa tersebar melalui hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat. Teori ini berhubungan dengan teori Two Step Flow Communication.

Teori Norma Budaya ( Norm and Cultural Theory)
Asumsi teori ini adalah :
         Media massa melalui informasi yang disampaikannya dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkan kesan yang oleh khalayak disesuaikan dengan norma-norma dan nilai-nilai budayanya. Media massa mempengaruhi budaya-budaya masyarakatnya dengan cara :
Pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang ada. Ketika suatu budaya telah kehilangan tempat apresiasinya, kemudian media massa memberi lahan atau tempat maka budaya yang pada awalnya sudah mulai luntur menjadi hidup kembali.
Contoh : Acara pertunjukan Wayang Golek atau Wayang Kulit yang ditayangkan Televisi terbukti telah memberi tempat pada budaya tersebut untuk diapresiasi oleh masyarakat.
Media massa telah menciptakan pola baru tetapi tidak bertentangan bahkan menyempurnakan budaya lama.
Contoh : Acara Ludruk Glamor misalnya memberi nuansa baru terhadap budaya ludruk dengan tidak menghilangkan esensi budaya asalnya.
Media massa mengubah budaya lama dengan budaya baru yang berbeda dengan budaya lama.
Contoh : Terdapat acara-acara tertentu yang bukan tak mungkin lambat laun akan menumbuhkan budaya baru.
         Menurut Paul Lazarfeld dan Robert K Merton terdapat empat sumber utama kekhawatiran masyarakat terhadap media massa, yakitu :
1. Sifat Media Massa yang mampu hadir dimana-mana (Ubiquity) serta kekuatannnya yang potensial untuk memanipulasi dengan tujuan-tujuan tertentu
2. Dominasi kepentingan ekonomi dari pemilik modal untuk menguasai media massa dengan demikian media massa dapat dipergunakan untuk menjamin ketundukan masyarakat terhadap status quo sehingga memperkecil kritik sosial dan memperlemah kemampuan khalayak untuk berpikir kritis.
3. Media massa dengan jangkauan yang besar dan luas dapat membawa khalayaknya pada cita rasa estetis dan standar budaya populer yang rendah.
4. Media massa dapat menghilangkan sukses sosial yang merupakan jerih payah para pembaharu selama beberapa puluh tahun yang lalu.

Sumber: http://agussetiaman.wordpress.com/2008/11/07/teori-efek-komunikasi-massa-dari-melvin-de-fleur/

BAB III: Metodologi

         Tulisan ini menggunakan metodologi kualitatif, dimana tulisan ini menggunakan orientasi teoritik sebagai acuan dari penulisan ini.
        Penulisan ini dilakukan pada tanggal 27 September sampai dengan 28 Sepetember 2011,berlokasi di Rumah Penulis.

BAB IV: Kasus/Studi

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengangkat kasus tentang
Game online membuat seseorang bersikap anti sosial”

 

Dampak Game Online pada Anak Usia Sekolah

Game Online menyebabkan kepribadian ganda
         Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Hanover, Jerman mengatakan, game online bisa mengakibatkan kepribadian ganda. Seorang wanita yang sering main game online tiap hari selama 3 bulan, dengan memainkan beberapa tokoh yang berbeda. Ternyata, tokoh-tokoh imajinasi itu mengambil alih kepribadiannya. Sehingga, wanita tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosialnya.
         Banyak psikolog Indonesia yang mengatakan, dampak psikis orang yang suka memainkan game online adalah sulitnya konsentrasi dan susahnya bersosialisasi. Karena terus-terusan keasyikan main game bahkan kecanduan, itu akan membuat orang malas belajar dan sulit berkonsentrasi. Banyak pelajar suka bolos, demi mainan ini. Dampak sosialnya, game online bikin orang jadi cuek, kurang peduli dengan lingkungannya.

Dampak Video Game pada Aktivitas Otak
         Akio Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai dampak video game pada aktivitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting yang antara lain:
        Pertama, penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi, dan lain sebagainya.
        Kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi di mana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya.

Tips Agar Tidak Kecaduan Game Online
Margaretha Soleman, M.Si, Psi menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan cara-cara penyembuhannya.
Secara Sosial
         Hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang. Pergaulan kita hanya di game online saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata. Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain. Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.

Secara Psikis
         Pikiran kita jadi terus menerus memikirkan game yang sedang kita mainkan. Kita jadi sulit konsentrasi terhadap studi, pekerjaan, sering bolos atau menghindari pekerjaan. Membuat kita jadi cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong, mencuri uang, dll. Terbiasa hanya berinteraksi satu arah dengan komputer membuat kita jadi tertutup, sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.

Secara Fisik
         Terkena paparan cahaya radiasi komputer dapat merusak saraf mata dan otak. Kesehatan jantung menurun akibat bergadang 24 jam bermain game online. Ginjal dan lambung juga terpengaruh akibat banyak duduk, kurang minum, lupa makan karena keasyikan main.
        Berat badan menurun karena lupa makan, atau bisa juga bertambah karena banyak ngemil dan kurang olahraga. Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik, kesehatan tubuh menurun akibat kurang olahraga. Yang paling parah adalah dapat mengakibatkan kematian.
 
 
BAB V: Pembahasan

         Dari beberapa artikel yang saya paparkan diatas, itu adalah sebuah kemajuan teknologi dibidang hiburan, tetapi dari sebuah kemajuan tersebut memiliki sebuah dampak positif dan negatif. Memang benar dengan internet seseorang dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan cepat, dengan internet melalui game online seseorang dapat melepas stress mereka setelah seharian bekerja, namun apabila bila mereka telah kecanduan dengan permainan game online tersebut mereka bisa lupa diri dan lupa waktu. Hal itu dapat berdampak pada kondisi fisik maupun psikis seseorang, dampak fisik misalnya badan menjadi semakin lemah karena jarang berolahraga, produktivitas juga menurun karena sebagian besar waktunya disia-siakan untuk bermain game. Sedangkan dampak psikisnya adalah seseorang akan bersikap antisosial, cuek dan kurang peduli pada orang lain ataupun lingkungannya.
         Untuk menghindari hal-hal tersebut maka munculah mata kuliah ilmu sosial dasar dalam jurusan teknik informatika, karena ilmu sosial dasar dapat meredam dampak psikis dari kemajuan teknologi tersebut, sehingga seorang mahasiwa akan terhidar dari dampak-dampak negatif tersebut.
         Sains dan sosial sebenarnya tidak dapat dipisahkan dan keduanya memiliki keterikatan dan ketergantungan agar kemajuan teknologi memiliki manfaat yang maksimal bagi umat manusia.

BAB VI: Penutup

Kesimpulan dari tulisan ini adalah:
1. 1. Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya, sehingga munculah mata kuliah ini untuk meredam dampak negatif dari kemajuan teknologi. 
    2. Manfaatkan kemajuan dibidang teknologi dengan sebaik mungkin, dan juga jangan lupa untuk bersosial dalam masyarakat, agar timbul keselarasan antara kemajuan teknologi dengan sosial dan rasa peduli dalam masyarakat.
3. 3. Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah wajib walaupun dalam jurusan teknik informatika, hal ini dimaksudkan agar timbul keselarasan antara bidang sains dan bidang sosial untuk kemajuan dan penggunaan teknologi yang lebih baik.

              Demikian yang dapat saya jelaskan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More